"Ketika Hana Nakamura gadis keturunan Jepang-Indonesia dan ia menikmati masa liburannya di indonesia ia menemukan cintanya dan kemudian merenggut kesenangannya karena cinta itu...
Judul : Back to Tokyo
Author : Hasna Naurah
Cast :
ッ Hana Nakamura (Hana)
ッ Disa Angelica (Disa)
ッ Ryu Nakamura
ッ Rendi
ッ Park Ha Young
ッ And other cast...
Back to Tokyo
Matahari mulai menyusup memasuki sela sela jendela kamarku pagi ini, namun aku menghiraukan nya karena aku terlalu lelah mengerjakan tugasku yang begitu banyak sampai sampai aku lupa mengemaskan barang-barangku yang akan aku bawa ke indonesia. Sudah 2 tahun aku berada di kota tokyo, japan untuk menyelesaikan studiku disini, aku begitu merindukan indonesia. Walaupun disini aku bisa bertemu otosan (ayah) yang memang beliau asli kelahiran jepang dan tentu nya aku masih ada darah jepang, namun tetap saja aku dibesarkan di indonesia, aku juga rindu ibu yang berada di indonesia, sudah 2 tahun kami tak berjumpa. Tak terasa tinggal 5 hari lagi aku berangkat pulang kesana.
“ hana, apa kau akan segera bangun?” ucap seseorang dari depan pintu yang tidak lain ia adalah otosan ku.
“iie, sore wa jiki shousouda to watashi wa tsukarete ita (tidak, ini masih terlalu pagi, dan aku lelah)”
“yoru, dono you ni nemuru no? (kau tidur jam berapa semalam?)”
“sekitar pukul 2, otosan”
“tapi kau sudah ditunggu dibawah oleh one-chan mu”
“Hai (iya)”
Akupun segera turun kebawah untuk menemui ryu-chan. Dia adalah kakakku yang menemaniku disini selama otosan pergi ke korea seminggu yang lalu untuk menemui istri nya yang sekarang. Okaasan (ibu) ku sudah bercerai 3 tahun lalu dengan otosan ku dan hanya mempunyai 2 bersaudara.
“sorehanandesuka? (iya ada apa?)” ucapku menemui nya di ruang tamu
“kamu tahu tidak park ha young akan datang kesini?” ucap nya bisik bisik kepadaku
“anak otosan yang dari korea itu?”
“hai”
“memang ada apa dengan dia ryu-chan?”
“aku sedikit tidak suka dengan nya hana”
“kalau begitu kapan dia akan kesini? Aku sudah lama tak berjumpa dengan nya”
“kau tidak membenci nya, hana? Dia itu menyebalkan, selalu manja pada otosan kita, padahal dia bukanlah anak kandung dari otosan kita, namun dia selalu ingin dimanjakan dengan otosan, bukankah itu sangat menyebalkan?” ucap ryu-chan menunjukan wajah ketidak relaan jika nanti park ha young putri tiri dari Nakamura otosan datang ke tokyo, untuk berkunjung kesini.
“memang nya salah kalau dia berbuat seperti itu? Mungkin dia rindu pada otosan, lagipula dia jarang bertemu bukan? Menurutku itu tidak menyebalkan” ucapku yang senang jika eonnie ha young datang kesini, aku menganggap dia seperti one-chan ku sendiri, dia begitu sayang padaku, ramah, tapi kenapa ru-chan tidak menyukainya?
“kau ini tidak mengerti” ucap nya menggerutu. Dan itu yang sangat aku sukai jika ia sedang menggerutu, karena bagiku ia begitu imut ^.^
“otosan kemana ryu-chan?” ucapku tiba tiba membuat one-chan ku berhenti memaiknkan jari nya dilayar handphone nya.
“kau ini, tentu saja dia sedang menjemput park ha young di bandara, dan kita tidak boleh sarapan sebelum ia sampai disini, padahal perutku sudah berbunyi tidak karuan”
“hahaha, kau ini, yang ada dipikiranmu setiap pagi adalah makan, pernah tidak kau tidak makan untuk sepagian ini?” ucapku meledeknya, dan itu bisa membuatnya kesal.
“pernah”
“kapan?” aku terkaget mendengarnya, karena dia belum pernah setiap pagi tidak sarapan dahulu
“kau ini baka, ya tentu nya pagi ini, lihatlah jam menunjukkan pukul berapa...”
“haha, kukira benar benar... masih pagi, sekarang saja baru menunjukkan pukul 10”
Tiba tiba handphone ku berdering dan segera ku ambil handphoneku yang tergeletak dimeja begitu saja. “okaasan” aku kaget saat melihat layar handphone terlihat jelas nama okaasan.
“moshi moshi okaasan, un, sorehanandesuka?”
“kau kesini berapa hari lagi hana-san? Okaasan sudah rindu denganmu” ucap okaasan yang terdengar jelas suara nya yang ingin sekali bertemu denganku.
“tidak lama lagi mom, aku pulang 5 hari lagi, akupun rindu denganmu okaasan”
“kau memanggilku mom? Omo? Itu terlihat masih lama hana”
“aku ingin terbiasa memanggilmu dengan sebutan ibu atau mom, karena aku akan tinggal di indonesia”
“huh.. okey semoga kau terbiasa ya sayang.. aku akan sabar menunggu putri kesayanganku kembali kesini, ryu-san juga ikut bukan?”
“seperti nya begitu mom, apa kau rindu kepadanya?”
“tentu, aku rindu kepada kedua putriku yang kireii itu...”
“hai okaasan, tunggu kami disana ya..”
“tentu, bye..” ucapnya seraya mematikan handphone nya untuk mengakhiri pembicaraannya.
Aku sangat senang sebentar lagi akan bertemu dengan okaasan. Walaupun disana aku hanya 6 bulan, namun itu akan ku pergunakan dengan baik, dan menyenangkan, tentu nya tidak akan kulupakan..
“hana.. ryu..” ucap seseorang yang tiba tiba datang memanggil nama kami.
“otosan.. kau sudah pulang..” ucap ryu yang terlihat senang
“hello eonnie ha young, sudah lama tak berjumpa denganmu, kau masih bisa berbahasa jepang, ne?” ucapku yang menyambut baik kedatangan nya.
“tidak sedikit lupa, namun, bisakah aku memakai dua bahasa untuk berbicara denganmu?”
“ne, tentu”
Aku mengantarkan ha young eonnie menuju kamar tamu, yang biasa ia pakai jika berada dirumah otosan.
“kata otosan kau akan ke indonesia?” ucapnya tiba tiba
“hai, nazedesuka?
“anii, apa aku boleh ikut kesana? Aku mempunyai liburan selama 7 bulan di korea”
“tentu, tapi kau harus izin kepada otosan”
“ne, jika aku disini dan kalian pergi, lalu aku bersama siapa disini? Otosan? Oh no, itu tidak menyenangkan hana”
“baiklah, kalau begitu aku keluar. Silahkan eonnie istirahat”
Aku bisa berbahasa korea karena dulu aku pernah tinggal beberapa bulan untuk menjelajahi negara korea bersama teman temanku di jepang. Namun tidak begitu fasih, hanya saja aku tidak begitu lancar seperti ha young eonnie.
ッ Ha young Pov
Sebenarnya aku tidak ingin ikut pergi ke indonesia bersama hana dan ryu, karena saat sampai disana aku pasti akan bertemu dengan eomma nya yang menyebalkan bagiku itu. Tapi disini aku kesepian. Dan mengapa ryu eonnie begitu menyebalkan padaku? Apa karena kedatanganku kesini dan membuatnya tidak nyaman.
Ttoookk..ttookk..ttoookk
“nugudo? (siapa)”
“ini appa”
“oh ne, jakkeuman...”
Krrreeekkk.....
“ne, appa? Ada apa datang kesini?”
“kata hana, kau akan pergi bersamanya ke indonesia?”
“ne appa, apa kau mengijinkannya?”
“iie, appa sama sekali tidak akan mengijinkannya”
“huuh.. waeyo appa? Disini aku kesepian, apalagi jika appa pergi bekerja ne?”
“appa tidak akan bekerja selama kau disini ha young..” ucap appa berusaha meyakinkan ha young untuk tidak ikut hana dan ryu ke indonesia
“jinjja? Lalu apa yang akan aku lakukan jika hanya ada appa disini?”
“pergi jalan jalan dan belanja, dan sssttt setelah mereka pergi eomma kau akan menyusul kesini, jadi kau tidak akan kesepian bukan?”
“jinjja? Ohh baiklah...” ucapku menyerah untuk tidak ikut pergi bersama hana dan ryu eonnie.
“okeh, kalau begitu appa akan keluar, dan kau istirahat ya..”
Pagi ini aku malas sekali bangun, padahal matahari sudah bersinar terang dan masuk ke sela sela kamarku. Sedari tadi pembantu yang ada dirumah ini pun sudah berkali kali membangunkanku, namun semua nya aku hiraukan. Tapi setelah ke 5 kalinya kedatangan nya, yang ini berbeda bukan pembantu itu melainkan hana yang datang sendiri kesini untuk menyuruhku segera bangun dari tempat tidur, mandi, sarapan, dan pergi ke mall untuk membeli keperluan perjalanan hana dan ryu eonnie yang tinggal beberapa hari lagi. Aku hanya pura pura tidur, aku ingin sekali tidur puas hari in, tidak seperti biasa nya yang pagi pagi jam 5 sudah bangun untuk membantu eomma membereskan rumah bersama, karena adikku masih balita, dan tentu saja belum bisa untuk membantu kami. Hana masih saja berdiri didepan pintu menunggu aku membukakan pintu untuknya.
“ne.. ada.. apa hana-san?” ucapku berdiri didepan pintu sambil menguap haha
“kau ini, lihatlah pada jam dinding sudah pukul berapa? Kita akan pergi belanja, apa kau tidak mau ikut bersama kami?”
“hhmm... baiklah aku akan ikut pergi ke mall. Tapi jakkeuman, aku akan mandi dulu, dan kau keluar ne?” ucapku lalu menutup pintu, dan lalu tersenyum lebar pada adik imut itu.
“hhuuhh, okeh, lagi pula aku juga akan bersiap siap”
ッ Hana pov
Kepergianku bersama ryu-chan sudah sebentar lagi, ya, bisa dihitunglah yaitu lusa kami akan pergi. Aku sudah tidak sabar untuk segera menemui okaasan disana, bayangkan sudah 2 tahun kami tidak bertemu, itu dikarenakan selama 2 tahun sekolah ku tidak ada liburnya, walaupun libur paling hanya 2hari, bagaimana bisa untuk kesana, yang ada nanti aku kecapaian dan membolos.
Aku segera mengambil handphoneku dan men-sms sahabatku yang berada diindonesia.
“disa, 2 hari lagi aku akan berangkat ke tempat kelahiranmu, aku rindu sekali padamu. Oh iya.. apakau akn menjmputku dibandara? Aku membawa oleh oleh untukmu, dan psti kau suka. Aku ingin sekali curhat kepadamu, karena kita sudah lama tidak bertemu..”
Dan beberapa meit kemudian disa membalasnya
“iyakah? Aku juga rindu padamu hana, sprti nya iya aku akn mnjemputmu, dan ibumu jga ikt lho.. kau baik sekali memberikan oleh2 pdaku. Jika sudah bertemu kita pasti akan curhat hehe.. sampai ketemu disini.. muuaachh :*”
Ohh aku senang sekali sms ku dibalas olehnya. Aku tidak sabar bertemu dengannya dan ibu... aku akan erat erat memeluknya jika sudah sampai sana hehe...
“hana-san.. hana-san cepatlah, kita akan berangkat, jika kau tidak cepat aku akan meninggalkanmu..” tiba tiba, ryu-chan menggedor gedor pintu kamarku yang terkunci, aku pun segera membukanya dan pergi belanja.
-------------
“kau ini bagaimana, menjaga adikmu satu satu nya saja tidak benar” tiba tiba otosan memarahi ryu-chan, dan ryu-chan hanya menunduk terdiam.
“sudah otosan sudah... aku baik baik saja, tidakkah kau melihatku?”
“kau bilang kau baik baik saja hana?”
“hai, otosan, kakiku hanya terluka dan sedikit terkilir, menurutku itu baik baik. Untung saja tidak patah, iyakan?”
“tetap saja, one-chan mu harus diberi hukuman”
“nai (jangan) otosan, kalau kau tetap memberinya hukuman, berarti kau jahat. Dan itu bukan salah nya, aku hanya...”
“hanya apa hah?”
“aku yang tidak hati hati saat berjalan”
“baiklah... kalau begitu kalian isitirahat, sudah cukup malam saat ini”
Flashback ‘-‘
“aaww”
“daijoubu kai? (apakau baik baik saja?)” seseorang putih tinggi, wajah nya tampan memakai headset yang menggantung di lehernya itu menabrakku hingga kakiku terluka dan terkilir. Lalu dia membantuku berdiri.
“hana-san, daijoubu kai?” ucap ryu-chan yang tiba tiba datang menghampiriku, tadinya dia entah kemana.
“kau kemana saja one-chan?” ucapku merintis
“baiklah kita pulang”
“kau yakin tidak apa apa? Ini no telepon ku, kalau ada apa apa kau tinggal sms atau telepon”
“hai” ucapku tersenyum manis padanya.
Flashback end ‘-‘
Dia itu sungguh manis dan lucu, aku tersenyum senyum sendiri saat mengingat wajah nya yang begitu khawatir padaku. Siapa suruh dia menabrak orang cantik sepertiku hehe. Aku punya no nya, apa aku harus sms ia? Tapi jangan nanti saja jika aku sudah di indonesia. Tapi aku ragu dan akhirnya tidak menghubunginya. Heii hana, kenapa kau seperti ini.. kenapa kau jadi memikirkan laki laki yang tidak tahu asal usul nya. “baka”
Hari ini adalah hari keberangkatanku menuju kota ibu, aku sangat tidak sabar sampai disana, aku rindu sekali dengannya. Aku berangkat hanya bersama ryu-chan saja karena ha young eonnie tidak diperbolehkan ikut dengan otosan. Tidak jadi masalah sih bagiku, namun aku ingin lebih lama kenal dengannya..
“ibuuu, aku rindu padamu” ucapku begitu sampai dirumah ibu yang cukup luas.
Ibu langsung memeluk kedua anak kesayangannya “iya sayang ibu juga..”
“apa kabar ibu?” ucap kami berbarengan.
“baik sayang... kalian apa kabar?”
“baik juga, ibu..”
“kalian istirahat ya, sepertinya kalian capai sekali”
Aku masuk kekamar dan mengobrol panjang dengan disa. Itu sangat menyenangakan karena sudah 2tahun tidak bertemu.
“dis, orang tadi bersamamu siapa?” ucapku tiba tiba bertanya padanya
“dia sahabat baikku hana, memangnya kenapa?”
“ahh.. tidak apa apa kok..”
“hehehe, yasudah aku pulang dulu ya hana. Sampai ketemu besok di cafe, aku akan mengajak sahabatku tadi”
Flashback ‘-‘
Begitu aku sampai bandara bersama ryu-chan aku disambut hangat oleh ibu, dan sahabatku disa. Disana juga terlihat lelaki bersamanya, aku berfikir bahwa disa sudah punya seorang kekasih, ohh itu sungguh terdengar baik olehku.
“hana, aku kangen kamu..” ucap nya lalu memelukku erat
“aku juga kangen kamu”
Tiba tiba ada sesuatu yang menarik tanganku “aaiisshh, apa yang di banggakan olehmu sahabat seperti itu hah?”
“apakau cemburu karena tidak mempunyai sahabat?” ucapku meledeknya
Flashback end ‘-‘
Kkrriinngg... kkrriinngg... kkrriinngg...
Aku segera mengangkat teleponku yang berdering tanpa melihat siapa yang menelpon pagi pagi seperti ini “moshi moshi”
“hana, pasti kau baru bangun kan?”
“hai, sore ha tashikani desuka? (iya, memangnya kenapa?)”
“hei, aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan”
Aku melihat layar handphoneku dan ternyata itu disa “gome (maaf) kukira itu siapa”
“haha, maka nya kau jangan terlalu sering bangun siang”
“iya iya, aku akan segera mandi, lalu untuk apa kau menelponku?”
“kita akan makan di cafe yang sudah aku bilang”
“yaampun disa, aku sangat lupa, gomen nasai..”
“cepatlah” ucap nya dan langsung memutuskan sambungan telepon nya
*
Memakai make up tidak terlalu tebal, rambut panjang yang terurai tersisir rapih, memakai dress selutut berwarna biru muda dan pink bercorak polkadot yang tidak terlalu ramai, tidak terlalu banyak aksesoris untuk menampilkan kesan yang sederhana itulah pakaianku pagi ini.
Aku segera mengambil cepat langkahku karena disa pasti sudah menunggu lama olehku. Dipastikan olehku tas yang ku bawa karena aku takut kejadian disaat dompetku tertinggal terulang lagi.
“maaf menungguku terlalu lama..”
“Iya, gak apa apa, gue maklumin kok, oh iya lo masih bisa bahasa indonesia kan?”
“kaya nya iya masih inget, gue lo itu apaan artinya?” dengan wajah polosku bertanya seperti itu dan tentu saja membuat disa dan sahabatnya itu tertawa lebar.
“maklumi aku dong, tau kan kalo aku udah lupa..”
“okeh okeh, gue itu artinya watashi, lo itu artinya anata.. rikai dekimasuka?”
“rikai suru (mengerti)”
“oh ya, perkenalkan ini nama nya rendi”
“rendi..” tersenyum manis padaku saat aku menjabat tangan nya dan berkenalan dengan nya. Hatiku cukup berdekup kencang. Ohh ada apa ini? Tidak mungkin..
***
Aku melemparkan tubuhku di kasur dan mengingat kembali moment disaat bersama mereka. Oh tuhan, senyuman manis lelaki itu persis sama seperti senyuman lelaki yang menabrakku. Bermain permainan dengan mereka, menonton bioskop, makan bersama, itu cukup menyenangkan untuk perjalanan hari ketiga ku disini dan tidak membosankan. Siapa nama lelaki itu ya.. tiba tiba ingatanku kembali pada orang yang menabrakku beberapa hari yang lalu. Aku akan mengirim pesan pendek pada nya, apa mengganggu nya? Okey besok saja, lagipula aku sangat lelah.
Saatku bangun dan melihat layar handphone..
From: Rendi
Hana-san, apakau tidak sibuk untk hari ini? Kalo ngga, mau kan jalan jalan dgnku? Aku akn mnjemputmu dirumah –Rendi-
“Hah? Rendi mau menjemputku? Jalan jalan dengannya?” pikirku heran melihat sms darinya.
Akupun langsung mengetik dan membalas pesan dari nya.
To : Rendi
Aku tidak sibuk, okey, kutunggu ya...
Sekarang baru pukul 11, benarkah rendi akan menjemput?
Lalu tiba tiba ia datang menggunakan motor ninjanya dan langsung meluncur ketempat yang akan ia rencanakan, dan aku juga tidak mengetahui tempat itu.
“kenapa kau tidak mengajak disa?” ucapku memulai pembicaraan
“kalau aku mengajak nya dia akan duduk dimana?”
“iya juga, kenapa tidak membawa mobil?”
“mobil ku sedang dibengkel”
ッ Author pov
Perjalanan yang tidak begitu jauh tiba tiba dia menghentikan motor nya dan turun tepat di depan mall.
“kita ke mall lagi? Bukankah baru kemarin kita kesini?” ucapku kaget
“sudah jangan banyak bicara, kita harus makan siang dulu”
ッ Author pov
Setelah makan siang berlalu rendi mengajak hana keluar dari mall menuju suatu tempat yang sudah di rencanakan oleh nya dan yang pasti tidak diketahui oleh hana.
Hana bingung keheranan karena ia diajak oleh rendi ke taman yang begitu indah yang beluum pernah ia lihat mungkin karena tidak ada waktu untuk keluar rumah saat ia berada di indonesia. Namun hana begitu senang karena rendi begitu romantis dihadapannya. Ia begitu menikmati pemandangan yang ada di depannya, danau yang tepat berada didepan mata nya itu terdapat angsa angsa sedang berenang dengan berpasang-pasangan.
ッ Rendi pov
Kau begitu cantik pagi ini, namun aku tidak sanggup mengungkapkannya karena jika melihat matamu itu adalah hal yang begitu sulit aku lakukan. Matamu yang begitu indah, paras wajahmu yang cantik, kulit putihmu yang bersih, kalimatmu yang sopan. Oh tuhan, aku ingin memilikinya walaupun aku baru mengenalnya tapi aku sudah jatuh hati padanya. Kenapa perasaan ini sungguh cepat kurasakan, padahal aku belum begitu jauh mengenalnya, aku hanya mengenalnya lewat pesan pendek.
“hana” ucapku memulai pembicaraan saat semua nya terasa hening
“iya?” senyumnya membuat hatiku berdebar kencang serta aku diam sejenak
“kau suka tempat ini hana?”
“tentu, kau begitu baik jika memilih tempat yang indah”
“tentu...”
“sudah berapa lama kau mengenal disa?”
“cukup lama, sebelum aku pergi ke jepang untuk studi, kau sendiri?”
“entahlah...”
Ku perhatikan wajah cantik nan imutnya, kudekatkan wajahku dengan wajahnya, semakin dekat dan... cccuuuppp... bibirku mendarat dibibir mungil nya. Ku rasakan debar jantung nya yang begitu kencang nafasnya yang tidak beraturan. Hanya dalam beberapa menit lalu kulepas ciuman itu. Dan kalian tahu, itu adalah ciuman pertamaku yang kuberikan special untuk orang yang sangat aku cintai, dan cintanya akan kubawa mati.
ッ Author pov
Hari mulai gelap, rendi dan hana pun segera kembali kerumah masing masing, namun hana di antar pulang oleh rendi. Malam mulai dingin rendi segera mempercepat motor nya agar cepat sampai rumah.
***
ッ Hana Pov
Kubaringkan tubuhku di ranjang tempat ku beristirahat, aku mengingat ingat kejadian disaat rendi mendaratkan bibir nya dibibirku, dan yang membuatku special adalah itu ciuman pertamaku yang berhasil ia dapatkan dariku. pertanda apa itu ya tuhan. Apa dia mencintaiku sehingga dia melakukan seperti itu.
****
“ada apa denganmu disa? Kenapa kau menangis?”
“kau tau?” dan akupun menggeleng kebingungan
“aku sudah tidak tahan dengan perasaanku kepada rendi, lalu aku mengakuinya akan tetapi dia menolakku dan katanya dia sudah mencintai perempuan lain, dan aku tanya siapa dia, dia tidak mau jawab na”
“hhmm.. sudah sudah jangan menangis, kau harus lebih mendekatkan diri padanya mungkin ia akan berubah pikiran dan menyukaimu...”
“aku sudah putus asa hana.. sudah dua kali aku memendam rasa seperti ini, kau tau sebelumnya kan?”
“tentu... sudah jangan kau ingat masalah itu lagi disa”
Oh tuhan, siapa yang rendi maksud tentang wanita itu? Aku harap itu bukan aku lagi, karena aku tidak mau kejadian yang lalu terulang kembali.
“hana.. hana.. mengapa kau diam saja?”
“ahh tidak apa apa...”
Hari ini aku akan menemui rendi karena aku ingin menuntaskan masalah ini, aku juga ingin tahu siapa sebernarnya wanita itu...
“rendi, aku ingin bertanya boleh tidak?”
“tentu, tentang apa?”
“apa kau tidak menyukai disa?”
“mengapa kau bertanya seperti itu?”
“disa yang bilang padaku...”
“jujur aku tidak mencintainya namun aku menyayanginya sebagai sahabat tidak lebih”
“kalau begitu, kau mencintai siapa? Dan wanita yang kau bilang kepada disa itu sebenarnya siapa?”
“yaitu kau hana, apa kau tidak menyadarinya? Kau ini sangat tidak peka terhadap perasaanku...” wajahnya yang tadinya tersenyum sekarang malah kusut seperti baju belum disetrika.
“apa?”
Aku terdiam sejenak saat rendi mengucapkan kata kata bahwa ia mencintaiku. Oh tuhan kejadian dulu terulang. Saat dimana disa menyukai seorang lelaki namun lelaki itu mencintaiku, ya boleh dibilang itu cinta segitiga.
“kau tidak percaya?”
“hai, aku percaya.. namun kasian sekali disa”
“kenapa? Apa aku salah? Aku tidak berhak mencintaimu?”
“tentu, namun......” aku langsung lari meninggalkan rendi. Aku takut, disa marah padaku, aku tau pasti ia akan sakit hati.
***
Seseorang dibalik pintu tiba tiba mengtuk kencang pintuku sehingga aku bangun dari tidurku yang lelap “hana, hana.. cepat buka, ini aku disa”
“ ada apa disa?” ucapku sambil memjamkan mata karena masih mengantuk
“ternyata wanita itu adalah kau hana...” tiba tiba wajah nya menjadi tidak begitu semangat saat mengucapkan kata kata tadi
“aku tahu, sudahlah, waktu ku disini tidak akan lama”
“kau harus segera bersiap untuk menemui rendi, kita bicarakan baik baik...”
“okey, kalau begitu kau duduk saja”
ッ Disa pov
Sebenarnya aku sangat terpukul saat rendi menyatakan bahwa wanita itu adalah kau hana, aku sangat tidak yakin, karena kau belum begitu jauh mengenal hana, mungkin ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku mengikhlaskan bila hana dan rendi menjalin cinta bersama. Buat apa jika cinta dipaksakan, toh pasti diantaranya akan tidak nyaman.
Aku menemukan buku diary hana tergeletak begitu saja di tempat tidurnya, tepatnya di balik bantal guling nya. Ku buka perlahan buku itu.
“tuhan, mengapa kejadian itu terulang kembali. Aku takut jika disa kesal dan marah padaku nanti, aku takut jika ia tidak menganggapku sebagai sahabatnya lagi...
Sebenarnya apa yang terjadi padaku ya tuhan sehingg......”
Aku segera menutupnya saat ku tahu bahwa hana sudah selesai mandi.
“tidak terlalu lama kan?”
“tentu, kalau begitu cepatlah, rendi sudah menelponku”
***
ッ Author pov
Hana dan rendi segera menuju tempat dimana ia akan menemui rendi. Dan saat sampai dilihatlah rendi sudah ada disana mungkin karena hana terlalu lama bersiap siap.
“kau cantik sekali hana” ucap rendi begitu manis
“arigatou rendi”
“hei, mengapa kalian tidak pacaran saja?” ucap disa tiba tiba membuat mata hana melotot.
“tentu disa”
“hana, would you be mine?”
“disa....” ucap hana melirik disa saat rendi mengungkapkan perasaannya
“sudahlah, tadi malam aku sudah membicarakan hal ini, dan aku sudah mengikhlaskannya”
“yes, i would you be mine”
“oh tuhan, terimakasih hana...”
ッ Hana Pov
Aku tahu sebenarnya kamu sakit kan dis? Aku tahu perasaan kamu sebenarnya. Tapi mau buat apa lagi kalau kamu sendiri yang bilang sudah mengikhlaskannya.
***
“sayang, kamu dimana?”
“aku lagi diperjalanan mau pulang, truss abis itu jemput kamu sayang”
“okeh aku tunggu ya sayang...”
Aku sudah tidak sabar menunggu rendi datang kesini, aku yakin ini hari yang paling menyenangkan. Aku segera berdandan cantik hari ini. Tentu saja aku berdandan memakan waktu cukup lama.
Pppraannnggg...
gelas yang ada disampingku pecah tersenggol olehku begitu saja.
Tiba tiba aku merasakan perasaan yang aneh, aku khawatir...
“ada apa ini?” ucapku
Kkrriinngg...kkrriinngg...kkrriinngg...
“disa?” tiba tiba wajahku mengkerut,
“moshi moshi, ada apa disa?” lanjutku mengangkat telepon darinya
“rendi ... rendii...”
“rendi kenapa dis?” wajahku semakin panik, saat mendengar suara disa menangis begitu hebat di telepon.
“hana, rendi kecelakaan...”
Wajahku sangat panik serta nafasku tidak beraturan.
“dimana dia sekarang?”
“dirumah sakit............”
Aku segera meluncur kerumah sakit bersama ibuku.
ッ Flashback '-'
"aku akan memotong rem ini, sehingga rem nya akan blong jika ia melaju dan mengakibatkan kecelakaan dan rendi akan meninggal. dan juga itu akan menyakitkan bagi hati hana. berlebih denganku yang sudah kau sakiti hana.. aku akan membalasnya, dengan membunuh lelaki yang mencintaimu dan kau cintai... karena aku tidak rela jika rendi menjadi milikmu untuk selamanya..." gumamnya dalam hati disa
rendi segera pulang dari pekerjaan yang membuat dia menunda kencannya dengan hana sore ini,
ia meluncur ke rumahnya dan bergegas menuju rumah hana, tiba tiba ia tidak bisa menghentikan laju kendaraannya dikarenakan rem mobil yang ia kendarai blong dan berakhir dengan menabrak keras sebuah pohon. warga yang melihatnya segera menolong nya dan membawanya kerumah sakit.
flashback end '-'
Setelah aku sampai beberapa menit, tiba tiba dokter memanggilku untuk masuk keruangan rendi berada.
“ada apa dok?”
“rendi memanggilmu...” aku segera memasuki ruangan dimana rendi berada sekarang.. aku melihat dia sungguh tidak tega. Dia begitu lemas, wajah nya yang tampan menjadi begitu pucat, tubuhnya dipenuhi darah dan memakai oksigen.
“hana, aku sangat mencintaimu, jangan pernah lupakan aku ya hana, walaupun aku sudah menyusul ayahku ke surga. Dan jika nanti aku telah pergi, jaga cinta kita berdua ya sayang... I Love you always forever...”
“kamu ngga boleh ngomong gitu, kamu harus yakin kamu harus hidup demi aku rendi, aku juga sangat mencintaimu... please aku mohon jangan tinggalkan aku untuk selama lamanya” aku meneteskan air mata yang begitu deras, kurasakan cintanya begitu dalam padaku, dan belum lama aku mengucapkan itu tiba tiba rendi memiringkan kepala dan perasaanku langsung panik
“dokter dokter...” teriakku begitu keras dan panik akan keselamatannya. Lalu dokter memeriksa keadaannya
“tuan rendi sudah tiada” air mataku langsung jatuh tak terkira banyaknya.
“gak mungkin...”
***
Semuanya terasa singkat untukku merasakan cintanya, karena baru saja aku merasakan sangat sebentar lalu ditinggal pergi, bukan pergi sebentar namun pergi untuk selama lamanya. Sehingga aku tidak bisa merasakan kasih sayangnya lagi, namun hanya bisa dikenang untuk selamanya olehku.
“rendi, kenapa kau begitu cepat meninggalkanku? Padahal aku masih ingin berada didalam kasihmu” ucapku sambil menyebar nyebarkan bunga yang ada di keranjangku tepat diatas tempat peristirahatan terakhirnya.
Aku segera pulang, kutatap foto yang kupakaikan bingkai untuk memperindah fotonya, disitu terdapat wajahku dan wajah rendi yang begitu ceria saat kami baru sehari berpacaran. Aku tidak menyangka rendi begitu cepat meninggalkanku dengan kasih sayangnya kepadaku yang begitu dalam dan besar.
“disa, antar aku kerumah rendi bisa?”
“tentu...” aku segera berangkat menuju rumahnya.
Kulihat raut sedih wajah ibunya, terpaku memandang tepat pada wajah rendi di fotonya.
“ehh ada nak hana dan disa datang... hikshiks...”
“iya bu, kami datang untuk berbela suungkawa atas kepergian rendi..” saat aku mengatakan namanya air mataku jatuh begitu deras
“terimakasih nak...” ucapnya dan melanjutkan menatap erat penuh arti pada foto rendi
“apakau ingin masuk kedalam kamar rendi?” lanjutnya
“boleh bu?”
“katanya jika kamu datang kesini, kamu harus melihat isi kamarnya”
“boleh bu, memangnya ada apa?”
“entahlah nak”
Dibukakan kamar rendi dan kulihat isi kamar nya yang begitu rapih menghiasi. Foto foto yang tertata rapi di meja maupun didinding. Buku buku nya pun begitu. Kulihat ada selembar kertas tergeletak di tempat tidurnya.
Isinya “bukalah lemariku dan carilah puisi yang ku rangkai untukmu...
To : Hana”
Kubuka satu persatu lemarinya itu dan kemudian menemukan puisi nya. Lalu kubuka dan kubaca..
“kau begitu cantik sehingga cantikmu dapat mengalihkan seluruh wanita yang ada didekatku maupun tidak...
Saat pertama kulihat dirimu yang cantik sampai sampai aku tidak sempat berkata apapun dan membuat diriku ini diam.
Aku mencoba memalingkan rasa cintaku padamu, karena ini rasanya tidak mungkin bagimu, namun ternyata sangat sulit. Sesulit menghilangkan kenafsuan.
Aku tidak ingin kehilanganmu hana, yang aku inginkan kau selalu disisiku saat ini. Aku tidak perduli segala kekuranganmu.
Mungkin bagimu ini berlebihan, namun itu adalah bukti rasa cinta ku padamu, jika aku pergi nanti, kumohon agar kau menyimpannya dengan baik. Di hatimu maupun di tempat yang special bagimu.”
“kenyataannya apa ren, kau yang meninggalkanku duluan” ucapku berderai air mata
“sudah nak, mungkin ini rencana Allah” ucap ibu rendi menenangkan
"hana, aku tidak akan mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi didalam mistery kematian rendi, biarlah ini menjadi mistery dalam hidupmu untuk selamanya" gumam disa dalam hati.
***
Kusimpan rangkaian kata kata itu didalam buku diaryku dan tentunya dalam hatiku yang paling dalam. Kukenang masa masa sulit kita dan masa menyenangkan kita didalam hatiku ini.
“ibu, waktuku disini belum lama, hanya tersisa tinggal 2 bulan lagi, tapi aku sudah sedih jika masih tetap disini, aku ingin menghilangkan rasa duka ku ini bu..”
“kau ingin kembali ke tokyo?”
“iya ibu, kau ingin ikut?”
“kau mengijinkannya?”
“tentu...”
“baiklah besok kita berangkat” lanjutku
“kita hanya berdua kan?”
“iya bu, kan ryu-chan sudah kembali ke tokyo”
ッ Author Pov
Kembalilah Hana Nakamura ke tokyo untuk menghilangkan rasa duka nya terhadap rendi. Walaupun masa liburan disini masih lama. dia menemukan cinta sejatinya disana, yaitu seseorang yang menabraknya sehingga membuat Ryu Nakamura dimarahi oleh otosan mereka. seseorang yang ternyata ditunggu tunggu oleh hana tentang keberadaannya dan kehidupannya.
END~
Maaf kalau ceritanya membosankan atau terkesan berlebihan (lebay) hahaha...
Makasih juga para readers..
don't be silent readers ya '-')/
Terimakasih. Arigatou gozaimasu. Gamsahamnida.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar