Jumat, 12 Oktober 2012

Can you Love me (again)?


Judul           : can you love me (again)?
Author         : Hasna Naurah
Genre          : general and romance
Cast            :
   Park Ha Young (Original Cast)
   Lee Taemin a.k.a Taemin
   Yoka takamura (Original Cast)

Salam hangat ya readers. Ini ff bukan pertama kali author buat tapi udah beberapa kali hehehe... sudah author gak mau kebanyakan ngomong... langsung saja dinikmati baca ff nya apalagi kalau baca nya sambil makan pasti lebih nikmat #plak ._.v ... Happy readers ya ^.^


Can you love me (again)?
Hallo namaku Park Ha Young aku tinggal di seoul mulai sekarang, sebelum disini aku pernah tinggal di Tokyo hanya beberapa bulan saja, aku diputuskan oleh eommaku untuk tinggal disini karena ada urusan mendadak akan tetapi appa masih menetap di tokyo, karena apa tentu aku tidak tahu. Aku berkebangsaan korea, tidak ada sama sekali darah jepang. Tetapi aku suka sekali dengan jepang, aku ingin mengenal lebih banyak tentangnya. Aku juga suka anime dan semua yang berbau jepang tentu nya namja jepang.
“eomma, kapan kau pulang? Aku sudah menunggu di meja makan cukup lama” ucapku sedikit kesal saat menelpon eommaku
“ne, ha young, sebentar lagi. Eomma juga sedang berada di jalan, apakau bisa sabar sedikit?” katanya dengan lembut namun aku langsung memutuskan teleponnya.
Karena kesal menunggu eomma tak kunjung datang, akhirnya aku masuk ke kamar. Ku tatap seluruh benda yang ada dikamar baruku, itu karena aku baru pindah 1 minggu yang lalu. Kuhampiri sebuah foto yang dihiasi bingkai bertemakan doraemon. Disitu aku terlihat cantik bersama yoka. Dia adalah pacarku di jepang namun aku sudah putus dengan nya, ya itu semua karena aku pindah kesini. Dia sosok pria yang manis, setia, jujur dan menyukai korea tentu nya. Baru sebentar tak bertemu dengannya rasa rinduku sudah melampaui batas saat ini. Mungkin itu terdengar lucu, namun itulah yang aku rasakan saat ini. Apa dia begitu terhadapku? Sesaat aku akan menelpon untuk mendengar keadaannya tiba tiba eomma datang.
            “ha young cepat kemari, katamu kau sudah lapar?” ucap eomma dibalik pintu
            “ne, jakkeuman..” jawabku bergegas meletakkan kembali foto yang sedari tadi aku tatap. Langsung kuhampiri eomma yang terlihat sangat lelah, mungkin karena ia bekerja terlalu larut malam.
            “honey, apa appa mu disana baik baik saja? Aku khawatir dengannya saat ini?” ucap eomma tiba tiba
            “waeyo?” ucapku singkat
            “apa yang ia lakukan sekarang? Apa dia sudah makan?”
            “tenang saja eomma dia akan baik baik saja” ucapku tenang menanggapinya
            “kau ini, apa kau tidak rindu dengannya?” ucap eomma sedikit kesal denganku karena aku tidak benar benar menanggapinya bicara
            “biasa saja eomma, aku hanya rindu dengan yo....” aku langsung menutup mulutku karena aku kelepasan mengucapkan nama yoka
            “yo..? nuguya?” eomma membulatkan matanya ketika mendengarku
            “dia namjaku dijepang eomma, namun sekarang sudah tidak lagi” akhirnya aku mengucapkannya juga pada eomma
            “kau ini tidak boleh pacaran dengan namja jepang, appa membencinya sekali” eomma memberi tahunya karena appa membenci sekali dengan namja jepang
            “aku masih bingung dengan appa, kenapa dia sangat membenci jepang? Padahal dia sendiri ada di jepang saat ini” ucapku panjang lebar dan penasaran
            “molla, yasudah kau tidur dulu, aku masih banyak kerjaan”
**
            Pagi pagi seperti ini biasanya yoka sudah ada didepan pintu menantiku bangun dari tidur ku yang nyenyak untuk menjemputku kuliah. Namun sekarang tidak lagi. Biasanya juga setelah pulang kuliah aku selalu mampir ke toko buku untuk membeli sebuah atau beberapa buku bacaan.
            “ahh, aku akan menelponmu yoka...” ucapku mengeluarkan ide
            “moshi moshi, are you miss me?” ucapku saat yoka mengangkat handphonenya
            “aku tidak tahu kau siapa”
            “kau ini gila, baru berpisah seminggu saja sudah lupa denganku, ku ini pacarmu”
            “hei, aku tidak punya pacar saat ini”
            “oh yes, i forget. Aku mantan pacarmu yang baru saja pindah ke korea...”
            “aku tidak tahu, kau ini menggangguku..”
            “heii yoka jangan kau matikan...” ucapku kesal
Aarrgghh dia ini ada apa? Baru sebentar berpisah dia tidak ingat sama sekali denganku, seperti orang amnesia saja.
            “appa pulang...” appa membuatku kaget karena kedatangannya yang begitu mendadak
            “omo! Sejak kapan appa sudah disini?”
            “baru saja... apa kabar?”
            “tentu baik appa” ucapku tenang
            “eomma tidak kelihatan... kemana dia?”
            “molla, ketika aku bangun ia sudah tidak kelihatan. Sebaiknya kau kekantornya saja dan beri ia sedikit sureprize akan kedatangan appa” ucapku memberi saran yang mungkin cukup bagus
            “oke” ucapnya dan langsung berangkat menuju kantor eomma tanpa ganti baju atau minum

Aku merasa disini cukup membosankan, bukan karena aku bosan dengan seoul tapi aku bosan karena dirumahku sepi sekali. Aku tidak mempunyai adik atau kakak, sebenarnya punya namun dia sudah menikah dan tinggal di paris. Aku mengambil kunci mobil dan mencari toko buku untuk membeli buku pastinya agar aku tidak bosan dirumah. Sebenarnya buku dirumahku sudah menumpuk karena aku rajin sekali membelinya. Sampai sampai aku membuat perpustakaan kecil di sebelah kamarku.
Kucari buku yang menarik namun tidak ada hasil nya padahal aku disini sudah lebih dari 1 jam.
            “BBRRAAKK” aku menabrak dan membuat seseorang yang membawa buku begitu banyak terjatuh dan berserakan dilantai
            “gwenchanayo?” ucapku kaget ketika melihat seorang namja yang aku tabrak itu sedikit terluka
            “ne, gwenchana...” ucapnya tenang. Padahal ia terluka
            “kau terluka.” Menunjuk tangannya yang berdarah karena terbentur benda tajam
            “gwenchana, aku kuat menahannya, kau tidak perlu khawatir. Ne?” ucapnya datar melihatku sedikit kesal.
            “baiklah, aku akan membereskan buku bukumu saja”
            “tidak perlu park ha young...” dia mengucapkan namaku
            “kau tau dari mana?” ucapku membulatkan mata
            “dari bajumu...” ucapnya menunjuk name tag yang tertera dibajuku
            “ohh.. sudah beres, aku boleh pulang?” ucapku memohon
            “jakkeuman, kau harus membayar buku ini juga” ucapnya tiba tiba sambil membersihkan lukanya sendiri
            “omono! Aku tidak membawa uang sebanyak buku yang kau beli” aku membulatkan mata ketika ia dengan santai mengucapkan itu
            “kalau begitu kau harus buat perjanjian”
            “apa? Kau harus mengantarku pulang setiap aku ada ditoko buku”
            “aniiya..”
            “aku akan laporkan pada keamanan”
            “andwae.. aku akan mengantarmu pulang” Aku sedikit kesal dengan lelaki ini karena seenaknya saja ia berkata begitu.
            “namamu siapa? Dan rumahmu dimana?”
            “namaku lee taemin. Dan rumahku tidak jauh dari sini”
   Taemin Pov
Yeoja ini cukup lucu dan imut serta menggemaskan. Begitu juga pipinya yang kemerahan ketika aku membuatnya kaget. Dia selalu begitu. Rasanya aku ingin menyubit pipinya dengan gemas.
            “sudah cukup sampai sini. Aku tidak ingin kau mengetahui rumahku” ucapku agar menghentikan laju mobilnya
            “kau ini bagaimana. Dasar cowo aneh” ucapnya kesal namun saat sedang seperti itu dia lebih menggemaskan seperti kucing yang sudah kelaparan haha
            “biarkan wee” ucapku menjulurkan lidah untuknya
Aku langsung berjalan menuju rumahku dan aku kaget begitu melihat yoka sepupuku sedang duduk santai di ruang tamu dan berbincang bincang dengan eomma.
            “sedang apa kau disini? Bukankah kau sedang di jepang?” mengerutkan alis ketika dia tersenyum lebar
            “memangnya kenapa? Aku kesini untuk menemui mantan kekasihku yang pindah ke korea dan memintanya untuk kembali bersamaku” senyum nya mengembang. Aku berfikir tentang ucapannya tadi. Mantan pacar pindah ke korea..
            “hei aku tahu dia siapa” aku mengucapkan begitu keras sehingga yoka mendengarnya begitu kaget
            “eodiseoyo?” ucapnya begitu saja
            “aniiya, aku tidak tahu siapa dia..” akupun langsung menaiki tangga dan segera masuk kekamar untuk merebahkan tubuhku dikasur.
Yeoja itu menelpon yoka saat yoka sedang tidak ada dirumah. Dia mengaku sebagai mantan paacarnya yang pindah kekorea.
            “ternyata dia mantannya yoka. Tapi siapa dia?” ucapku penasaran

Pagi ini aku harus ke toko buku untuk membeli buku yang aku butuhkan. Tentu saja mengenai tentang jepang. Karena aku akan mengambil beasiswa disana.
Begitu sampai sana, aku melihat yeoja itu lagi. Sedang apa dia? Mengapa dia disini lagi. Dan terlihat sedang mencari seseorang.
            “annyeong, kau sedang apa lagi disini?” ucapku menepuk bahu nya. Dan berhasil membuatnya kaget.
            “ahh itai (sakit) kau ini membuatku kaget namja jelek” ucapnya menantangku
            “kau tidak lupa ternyata dengan perjanjian itu” ucapku berhenti seketika saat aku mengingat kejadian kemarin disini

   Ha Young Pov
Aku sangat benci jika ingat kejadian itu. Karena itu sangat menyebalkan dan membuat seluruh mata tertuju padaku dan itu membuatku malu.
            “ne, tentu aku sangat mengingatnya” ucapku mempoutkan bibirku yang mungil ini
            “bagus sekali” ucapnya begitu senang saat mendengar perkataanku tadi
Setelah beberapa jam menunggunya mencari buku akhirnya selesai juga dan tentunya aku sangat lelah.
            “kau terlihat begitu lelah..” ucapnya perhatian padaku
            “huuh, gwenchana” ucapku berbohong
            “kalau begitu aku saja yang mengendarai” ia meminta ijin padaku agar dia yang mengendarai mobilku, jujur saja aku memang lelah. Itu terlihat dari wajahku yang sangat lesu
            “oke” ucapku singkat
Karena terlalu lelah aku sampai tertidur di mobil.

   Taemin Pov
Saat kau tertidur seperti ini wajahmu sangat menggemaskan. Matamu yang sipit, kulitmu yang putih bersih, hidungmu yang mancung dan bibirmu yang begitu mungil. Kudekatkan wajahku pada wajahnya. Lebih dekat dan dapat kurasakan nafasnya yang begitu lelah. Mungkin saat ini juga ia dapat merasakan nafasku dan detak jantungku yang berdebar tak karuan.
            “kau mau apa taemin-ah” ia terbangun karena aku terlalu dekat menatapnya
            “ahh, gwenchana” ucapku mengelak
            “dasar kau namja mesum” gerutunya dan hampir membuatku ingin tertawa
            “kau tertidur, sedari tadi aku berusaha membangunkanmu, tapi sepertinya kau sangat lelah menungguku begitu lama
            “kau tidak peka taemin-ah. Tentu saja aku lelah, aku ini yeoja, aku mudah lelah tidak sepertimu” ucapnya kesal
            “apakau masih sanggup membawa mobil ini sendiri? Lebih baik aku mengantarmu pulang. Ne?” ucapku meminta ijin mengantarnya
            “baiklah”
Taemin pov end
**
            ‘Aku masih penasaran, mengapa yoka tidak mengenal suaraku, apa dia marah padaku karena aku putus dengannya’ gumamku tak karuan. Mengambil hapeku yang berwarna pink dan menelpon yoka
            “moshi moshi” ucapku memulai pembicaraan saat dia mengangkat teleponnya
            “dengar, aku tidak ingat denganmu” aku curiga dengan suara yoka, kenapa suaranya tidak terdengar seperti yoka, malah terdengar seperti.... lalu keudengar suara yang memanggil dan suara itu terdengar seperti yoka
            “hei, aku tidak ingin bicara denganmu, aku ingin bicara dengan yoka, araseo?!” ucapku meninggikan suaraku agar dia mendengarnya. Namun ia langsung mematikan teleponnya
**
            Keesokan hari nya dan seperti biasanya aku harus ketoko buku untuk mengantarnya pulang. Kulihat disana taemin sudah selesai membeli buku.
Aku mengantarnya ditempat biasa. Lalu aku tidak langsung memutar mobilku untuk arah pulang namun aku mengikutinya dari belakang untuk mengetahui dimana ia tinggal.
Sesampai disana aku pun melihat rumahnya yang tidak terlalu lebar namun terlihat terawat, dan juga aku melihat mirip dengan yoka. Ternyata benar itu yoka. Kenapa ia ada disini, apa yang ia lakukan apa ia ingin menyusulku. Lalu kenapa ia kenal dengan namja jelek itu.
Aku sibuk memainkan handphoneku untuk menelpon yoka. Namun tiba tiba seseorang mengtuk pintu mobilku dan ternyata itu taemin-ah
            “yeoja jelek, ternyata kau adalah seorang detektif ya. Kau mengikutiku kerumah” ucapnya begitu kaget melihat mobil sedang berhenti didepan rumahnya
            “ahh aniiyo. Aku hanya sedang mencari rumah temanku disini” ucapku sedikit berbohong dan tiba tiba yoka menghampiri kami berdua
            “ya!!, ternyata kau sudah mempunyai yeoja chingu ya..” menepuk bahu taemin dan memperhatikanku. Sontak saja dia kaget dengan keberadaanku disini
            “ha young-san. Sedang apa kau disini?”
            “aku yang harusnya bertanya padamu” ucapku
            “yaa.. aku kekorea ingin menemuimu hayoung-san”
            “dia itu siapa hyung?” ucap taemin polos
            “ia yang kuceritakan padamu, dia yeoja chinguku”
            “sudah putus?”
   Taemin Pov
Aku langsung meninggalkan mereka berdua saat ha young memasuki rumahku untuk berbincang dengan yoka. Dia yeoja korea, sedangkan yoka namja jepang. Seharusnya ia bersamaku karena aku dan ha young satu kewarganegaraan. Namun sepertinya ha young masih mencintai mantan namja chingunya itu. Dan itu membuatku tidak berharap lebih kepada ha young.
   Yoka pov
Kulihat taemin yang sedang tidur dikamarnya. wajah taemin begitu lesu ada apa dengan dia. Dia juga sedikit terlihat murung sekarang, saat aku dekat dengan ha young-san. Ahh aku baru teringat ia sedang jatuh cinta pada yeoja yang dekat dengannya saat ini, akan tetapi ia tidak menceritakan sepenuhnya padaku. ‘Apa yeoja itu ha young?’ gumamku
**
   Ha young Pov
Appa menarik tanganku dan membawaku pulang saat ia melihatku bersama yoka sedang makan berdua direstoran. Ia telah mengetahui yoka karena aku pernah dipergoki sedang bersamanya. Ia melarangku untuk tidak bersamanya karena ia tahu yoka adalah namja jepang. Karena ia sangat membenci namja jepang.
“ya! Ahjusshi, kau tidak menarik tangannya dengan paksa seperti itu” ucap taemin membelaku
“kau ini siapa anak muda? Kau tidak berhak menasehatiku seperti itu” ucap appa pada taemin
“biarkan ia bersamaku, dan kau bisa lihatkan namja tadi sudah pergi?”
“kau pasti bersengkokol dengannya”
“aniyo appa, dia chinguku”
“baiklah kalau memang begitu. Kau boleh pergi bersamanya, namun aku peringatkan kepadamu untuk tidak mendekati namja jepang itu lagi. Araseo?!”
“ne appa. Araseo!” ucapku menunduk menurut
Aku diajak ketaman bersama taemin-ah tentu ia mengajak yoka juga.
Kulihat yoka dan taemin sedang berbincang. Aku tentu tidak tahu apa yang ia bicarakan
Aku diantar pulang oleh taemin karena waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore
            “kau darimana saja ha young?” ucap appa saat mengetahui kalau aku sudah pulang
            “ya. Aku dari jalan jalan bersama taemin-ah bukankah kau mengijinkanku bersamanya?” ucapku sedikit lelah
            “tentu, tapi kau tidak menemui yoka lagi kan?” ucap appa seperti biasa
            “aniyo. Aku menurut denganmu appa” aku menyerah
**
   Taemin Pov
aku merebahkan tubuhku dikasur tanpa mandi dahulu karena udara nya sangat dingin saat ini
            “taemin-ah” ucap seseorang dibalik pintu tentu aku langsung membukakan nya karena aku tahu itu yoka hyung
            “kau suka dengan ha young-ah bukan?” ucapnya tiba tiba dan membuatku kaget. Ada apa ia menanyakan hal seperti itu
            “kenapa kau bertanya seperti itu?”
            “aku tahu, karena kau pernah bilang padaku bahwa kau sedang jatuh cinta dengan seorang yeoja cantik yang baru kau kenal beberapa hari yang lalu. Dan yeoja itu ha young-ah kan?”
            “aniyo hyung, bukankah kau yang menyukainya bukan aku”
            “aku sudah melepaskannya taemin-ah karena aku akan dipertunangkan dengan yeoja di jepang. Aku tidak pantas dengannya, kau yang lebih pantas taemin-ah”
            “aku lelah, aku tidak ingin membahasnya sekarang” ucapku dan menuju kamar kecil agar ia segera keluar dari kamarku
**
   Author Pov
            Yoka menelpon ha young agar ia segera datang ke taman kemarin untuk menemuinya. ia tidak tahu kenapa. Ha young menurutinya saja
Sesampai disana, ia melihat taemin oppa sedang duduk di bangku taman
            “akhirnya kau datang ha young-ah” sapa yoka saat aku datang
            “ne, apa kalian tidak menunggu terlalu lama?” tanya ha young pasti
            “aniyo ha young”
            “duduklah” lanjut taemin
            “kau menyukai taemin-ah bukan?” tanya yoka tiba tiba pada ha young
            “omo? Mengapa kau bertanya seperti itu? Aku hanya mencintaimu” ucap ha young membulatkan mata saat yoka bertanya seperti itu didepan taemin
            “kau sebaiknya melupakan aku hayoung-san, karena aku akan segera ke jepang untuk bertunangan dengan yeoja pilihan kedua orang tuaku.. dan aku sudah sedikit mencintainya”
            ‘aku yakin itu pasti sakit baginya, namun apa boleh buat, ia akan tersiksa saat bersamaku karena larangan appa nya dan taemin-ah juga mencintainya’ gumam yoka
            “aniyo, taemin-ah tidak mencintaiku” ucap ha young tiba tiba mengucapkan seperti itu, ia ingin tahu, apa taemin juga mencintainya
            “ne, aku mencintaimu ha young” ucap taemin menunduk malu saat mengungkapkan isi hatinya saat ini
            “omo?! Waeyo? Kau baru mengenalku. Kenapa bisa sampai suka denganku?” tanya ha young kaget
            “entahlah, namun hati ini tidak bisa berbohong saat ini. Dan ini memang benar perasaanku bukan karena paksaan dari yoka hyung. Percayalah”
            “lihatlah, taemin juga mencintaimu, sekarang tinggal darimu ha young, apa kau akan melepaskanku? Dan pergi bersama taemin-ah?” ucap yoka membuat ha young teridam sejenak memikirkan tentang perasaannya
            ‘sebenarnya aku juga mencintaimu taemin oppa, namun aku juga tidak ingin kehilangan yoka’ gumam ha young
            “otteohke?” tanya yoka lagi
            “ne, aku juga sebenarnya mencintaimu sedikit taemin oppa” ucap ha young tertunduk dan membuat yoka tersenyum tanda ia senang namun hati nya begitu sakit
            “jeongmalyo? Kau memanggilku oppa? Ahh itu membuatku senang” ucap taemin kegirangan saat ha young memanggilnya oppa
            “yasudah, sebaiknya kau tunangan secepatnya” ucap yoka dan membuat kami kaget
            “bagaiman dengan appa ha young? Apa ia mengijinkannya?” tanya heran taemin
            “tentu aku mengijinkannya” ucap seseorang namja dan itu membuat mereka bertiga terkejut mendengar pernyataan appa hayoung
            “sedari tadi kau mendengar seluruh pembicaraan kami appa?” ucap ha young angkat bicara
            “ne, waeyo? Apa kau malu putri ku?” ucap appa lembut dan menghampiri kami
            “ternyata kau namja yang baik yoka-sshi. Kau menyerahkan ha young kepada taemin, padahal aku tahu kau masih mencintainya, aku mengerti perasaanmu aku ini juga seorang namja” ucap appa mengacak acakan rambut yoka yang terlihat rapih
            “ne, park ahjusshi. Karena aku akan segera tunangan dengan yeoja dari kota kelahiranku, dan aku ini keturunan korea juga karena eommaku berasal dari korea” ucap yoka berterus terang
            “kenapa kau tidak bilang padaku?” kau tidak pernah memberiku kesempatan untuk berbicara denganmu
            “sudahlah, bagaimana jika kalian berdua bertunangan minggu depan dan menikah 2 bulang lagi?” ucap eomma ha young angkat bicara juga
            “itu terlalu cepat eomma” elak ha young dan wajah nya berubah menjadi merah
            “lebih cepat lebih baik ha young” ucap appa
            “aku setuju, dan kau taemin-ah?” ucap yoka menyetujuinya dan senyumnya mengembang begitu tampan
            “ne, aku terserah bagaimana park ahjusshi saja” ucap taemin yang sedari tadi hanya  diam
            Akhirnya mereka pun bertunangan dan akan menikah 2 minggu lagi, dan terlihat wajah diantara kedua nya begitu bahagia. Akhirnya taemin menemukan cintanya yang tepat.
END
Bagaimana readers? Cerita nya cukup singkat ya? Maaf ya jika ceritnya terlalu berlebihan atau lebay, atau juga tidak ada romantisnya. Hehehe... kritikannya dibutuhkan author agar membuat ff nya lebih menarik lagi nantinya ^.^
Thank to all readers... jangan jadi pembaca misterius ya readers ^.^
Sampai bertemu di ff berikutnya bye ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar